DEMOGRAFI DESA MLILIR

A) Demografi
Desa Mlilir merupakan salah satu desa di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa-Tengah dengan batas wilayah :
Sebelah Utara : Desa manggarmas
Sebelah Selatan : Sungai Tuntang
Sebelah Barat : Desa Kemiri
Sebelah Timur : Desa Saban
Jumlah penduduk Desa Mlilir adalah : 4.126 jiwa. Berjenis kelamin perempuan 2.074 jiwa, dan Laki-laki 2.052 jiwa. Jumlah kepala Keluarga : 1.295 KK.

B) Pembagian Wilayah Desa

Luas wilayah dan penggunaan lahan terbagi kedalam, 6 RW dan 24 RT.
Lahan sawah : 157.284 Ha
Lahan pekarangan : 3.897 Ha
Lahan tegalan/kebunan : 53.564 Ha
Lahan Pemukiman : 87 Ha
Lahan Prasarana Umum : 18.296 Ha
Total Lahan : 320’041 Ha

C) Kondisi Sosial

Kondisi sosial Desa Mlilir tidak jauh berbeda dengan tetangga-tetangga desa di Kecamatan Gubug , yang masih menjunjung tinggi sikap kegotongroyongan. Karena sikap gotong-royong merupakan sikap yang tidak dapat ditinggalkan bagi masyarakat yang hidup di desa. Jauh berbeda dengan kehidupan di kota, sikap gotong-royong sudah hampir punah.
Organisasi Sosial yang ada di Desa Mlilir bergerak dalam kegiatan keagamaan. Antara lain : Nahdlatul Ulama, Muslimat NU, Fatayat NU, Kelompok Jamaah yanalil ,jamaah nariyahan,dan kelompok-kelompok pengajian lainnya. Dengan adanya ormas atau kelompok pengajian, masyarakat Desa Mlilir dapat menekan bahkan melarang tumbuhnya organisasi masyarakat yang cenderung berhaluan keras/ekstrim. Sehingga Desa Mlilir selalu dalam keadaan aman dan kondusif.
Kejadian tindak kejahatan seperti : pencurian, perampokan, pembunuhan dan lain-lain tidak pernah terjadi. Desa Mlilir selalu menggiatkan ronda malam di setiap RT. Bukannya tidak pernah terjadi tindak kejahatan, kalaupun ada kejadian pencurian, rentang waktunya sangat lama dengan kejadian berikutnya.

D) Kondisi Ekonomi
Tanah garapan sawah dan tegalan di Desa Mlilir lebih luas dari pada tanah pekarangan. Sehingga mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan buruh tani. Kondisi ekonomi Desa Mlilir tergolong baik. Hal ini dapat dilihat dari bangunan fisik tempat tinggal, mayoritas sudah berupa tempat tinggal permanen.